Pasang Banner disini

Hubungi kami segera untuk pasang banner anda disini

Boneka Peraga Gigi

Memiliki penghasilan tinggi di usia muda, bukan hal yang tidak mungkin. Misalnya Anggi Hayani, mahasiswi kedokteran gigi Universitas Sumatera Utara mampu membuktikan hal itu

Bubur Sehat Buat Bayi

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya tumbuh dan berkembang dengan sehat. Oleh sebab itu, mereka sangat menaruh perhatian tinggi terhadap asupan makanan bagi si buah hatinya. Apalagi, ketika anaknya masih berusia di bawah lima tahun (balita)..

Pasang Banner

Tertarik untuk memasang iklan di sini? Hubungi kami segera!

Mushroom factory

Bagi kebanyakan orang, lulus dari perguruan tinggi biasanya langsung memilih bekerja dan namun tak banyak yang langsung memilih berwirausaha. Adalah Cholis, sang sarjana kesehatan yang lebih memilih langsung berkecimpung ke dunia usaha..

Showing posts with label Bisnis Furniture. Show all posts
Showing posts with label Bisnis Furniture. Show all posts

Monday, October 22, 2012

Fifi Manan sukses taklukkan pasar furnitur di AS

Hampir 11 tahun Fifi Manan membangun bisnis di Amerika Serikat. Sejak Juli 2001 dia masuk ke pasar Atlanta, Georgia, AS dengan mengibarkan bendera Formcase Inc., perusahaan kontraktor dan produsen furnitur kantor. Hebatnya, kini omset bisnisnya di AS bisa mencapai miliaran per bulan.

Toh, diakui Fifi, tidak mudah menaklukkan pasar AS. “Kami seperti masuk kandang macan,” ungkap Sarjana Teknik Elektro dari Universitas Oklahoma State , AS itu. Bagaimana tidak, di awal penetrasi ke pasar AS, ia langsung dihadapkan pada persaingan sengit bisnis furnitur yang kala itu sudah didominasi lima besar merek global. Namun, dia tidak patah semangat, bahkan terpacu terus maju. “Ini karena saya sudah terbiasa tekun dan kerja keras sejak sekolah dulu,” dia membocorkan secuil rahasia suksesnya.

Fifi merintis bisnisnya dari nol. “Saya sendiri bingung harus start dari mana waktu itu,” ujar anggota Congress of Indonesian Diaspora ini. Sebelum masuk ke AS, sebenarnya Fifi mempunyai buyer yang kemudian menjual produk Formcase ke ritel modern, seperti Informa atau Ace Hardware untuk konsumen menengah-bawah. Namun, saat itu Formcase justru memasarkan produknya melalui butik dan showroom, sehingga segmen pasarnya menengah-atas. Akhirnya, Formcase berhasil menembus ke pasar pemerintahan hingga sekarang.

Investasi Formcase terbilang besar untuk membangun kepercayaan dan branding. Bahkan, tiga tahun pertama merugi terus. Wajarlah, sebab di AS itu sulit menjual satu produk dalam satu hari langsung dikenal. Para mitra bisnis dan sales representative yang sudah puluhan tahun pun harus terus menjaga kredibilitasnya dan hati-hati. Dan, untuk meningkatkan penjualan, sudah tiga tahun terakhir ini Fifi terjun langsung menemui pelanggan.

Agar produk diterima pasar AS, standar kualitas harus tinggi. Alhasil, Formcase berani memberikan garansi produk 6-10 tahun. Jadi, dalam masa garansi itu bila ada kerusakan laci misalnya, Formcase harus mengganti produk yang baru dan melayani pascajualnya. Strategi ini mampu membuat konsumen puas, sehingga mereka cenderung loyal.

Mengapa Formcase masuk ke pasar Pemerintah AS ? “Sebenarnya kami masuk ke AS di tahun terjadinya tragedi September Eleven, sehingga dampaknya besar. Agak ketar-ketir juga waktu itu. Makanya, kami coba ke segmen pemerintah di sana . Kalau kami masuk sebelum tahun 1998 mungkin ceritanya lain. Strategi kami awalnya sebesar 50% produk masuk ke pemerintah dan 50% ke ritel. Tapi ketika tragedi itu terjadi, kami lempar semua produk ke pemerintah,” ujar Fifi seraya menambahkan Formcase menjadi pemasok Pemerintah AS dari kalangan militer army, navy, dan lainnya.

Selama berbisnis di AS, Fifi mengaku pemerintah setempat cukup mendukung. Pemerintah AS menyediakan fasilitas Internet tool yang setiap detik bisa diketahui procurement yang dibutuhkan kantor pemerintahan di sana . Formcase juga punya GSA Contract yang di awal berlaku satu tahun dan tahun-tahun berikutnya berlaku sampai lima tahun dan diperpanjang lagi. “Saya bisa memonitor setiap permintaan dari sana setiap hari, termasuk ketika saya ada di Jakarta . Tahun pertama kami masuk ke negara bagian, tapi sekarang sudah merambah ke negara federal seperti Puerto Rico sampai kebutuhan militer AS di beberapa negara lain. Kalau sudah ada kontrak dengan pemerintahan, kami tidak perlu memberi sampel produk lagi. Paling awalnya saja kami diaudit, pengujian produk untuk mendapatkan sertifikat BIMA yang menentukan standar produk,” ia menerangkan.

Fifi mengklaim, kualitas produk Formcase standar AS, tetapi harga di bawah kompetitor. Tidak heran, produknya selain diterima di pasar AS, juga diekspor ke negara-negara Eropa, Afrika dan Asia . “Total produk kami 70% ekspor dan 30% domestik,” lanjut Fifi yang memiliki Grand Furniture Store di kawasan Fatmawati, Serpong, Palem, dsb. Sekadar informasi, di Indonesia, Formcase dibesut sejak tahun 1962 dengan tiga pabrik di Cibodas, Jababeka dan Karawaci.

Untuk pengembangan bisnisnya, Formcase terus ekspansi. Tahun ini misalnya, hendak masuk ke negara Cile dan Brasil. Selain itu, tahun 2014 pihaknya akan membangun pabrik di Florida , AS.


ditulis oleh Eva Martha Rahayu & Siti Ruslina

Riset: Dian Solihati
Link: SWA

Sunday, October 21, 2012

Mantan Pegawai Pabrik Mebel ini kini jadi Bos Tas Rotan Kualitas Ekspor

Menjadi karyawan atau wirausahawan merupakan pilihan bagi setiap orang. Hal ini yang dialami oleh Panut Mulyajaya asal Bantul, Yogyakarta .Panut menggeluti usaha tas rotan kualitas ekspor, setelah menjadi karyawan selama 11 tahun pada sebuah perusahaan mebel berbahan baku rotan.

Berangkat dari pengalaman kerja itu, pada tahun 2001, Panut akhirnya mendirikan Anggun Rotan yakni usaha pembuatan handicraft berbahan baku rotan namun dengan konsep produk berbeda. Panut melihat peluang produk tas berbahan baku utama rotan. Tidak disangka, respons pasar terhadap produk buatannya sangat tinggi. "Saya ingin cari inovasi dan produk baru, yang belum banyak orang produksi tapi basic-nya rotan, akhirnya ke handicraft yakni tas," kata Panut kepada detikFinance saat ditemui di JCC beberapa waktu yang lalu.


Seiring berlalunya waktu, pangsa pasar produk tas rotan panut pun meluas hingga negeri Sakura Jepang dan Iran , Timur Tengah. Selain itu, Panut mengaku pangsa pasar produknya 50 persen ditujukan untuk ekspor. "Ekspor paling banyak ke Jepang , Iran , ke Thailand juga ada," tambahnya.

Harga yang ditawarkan oleh Anggun Rotan ralatif terjangkau untuk kualitas dan model yang ditawarkan. "Harganya Rp 50 ribu-Rp 250 ribu karena saya produksi sendiri pasarkan sendiri, kalau di luar negeri jutaan," tambahnya.


Usaha yang dijalankan Panut sejak 2001 silam ini, akhirnya berbuah manis. Panut per bulan bisa meraup omzet hingga Rp 80 juta. "Dari karyawan 7 orang sekarang 40 orang, dulu omzet saya kecil sekarang sudah lumayan. Omzet Rp 80 juta per bulan," sebutnya.


Bisnis tas rotan Panut selama 11 tahun ini juga penuh tantangan, salah satunya ketika ia menerima pesanan tas senilai ratusan juta rupiah dari Iran . Setelah produk pesanan jadi lantas pihak pemesan malah tidak mengambilnya. Namun pria lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Jember ini tidak putus semangat, ia pun memetik hikmah dari setiap cobaan yang menerpa usahanya. "Nilainya Rp 135 juta itu nggak diambil," sambungnya.

Pada kesempatan itu, Panut tidak lupa berpesan kepada para calon pengusaha ataupun yang sudah berusaha. Ia mengatakan menjadi seorang pengusaha harus optimis dan total dalam berusaha serta tidak takut gagal. "Kalau setengah-setengah mending tidak usah, jadi apa yang kita kerjakan mesti berhasil, kalau itu salah itu nomor dua yang penting kita coba dulu," pungkasnya.

Apakah anda tertarik terhadap produk Anggun Rotan. Anda dapat mampir ke Jalan Imogiri Km 14, Manggung RT 02, Imogiri, Bantul, Yogyakarta atau mengunjungi website: www.anggunrotanbag.com

ditulis oleh Feby Dwi Sutianto
Link: Detik