Pasang Banner disini

Hubungi kami segera untuk pasang banner anda disini

Boneka Peraga Gigi

Memiliki penghasilan tinggi di usia muda, bukan hal yang tidak mungkin. Misalnya Anggi Hayani, mahasiswi kedokteran gigi Universitas Sumatera Utara mampu membuktikan hal itu

Bubur Sehat Buat Bayi

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya tumbuh dan berkembang dengan sehat. Oleh sebab itu, mereka sangat menaruh perhatian tinggi terhadap asupan makanan bagi si buah hatinya. Apalagi, ketika anaknya masih berusia di bawah lima tahun (balita)..

Pasang Banner

Tertarik untuk memasang iklan di sini? Hubungi kami segera!

Mushroom factory

Bagi kebanyakan orang, lulus dari perguruan tinggi biasanya langsung memilih bekerja dan namun tak banyak yang langsung memilih berwirausaha. Adalah Cholis, sang sarjana kesehatan yang lebih memilih langsung berkecimpung ke dunia usaha..

Showing posts with label Bisnis Online Shop. Show all posts
Showing posts with label Bisnis Online Shop. Show all posts

Sunday, October 21, 2012

Mendandani toko maya, menarik konsumen

Berbagai cara dilakukan situs belanja online untuk meningkatkan jumlah pengunjung dan transaksi. Bhinneka.com, ambil contoh, terus berusaha menambah inovasi fitur di situsnya. Adapun Blibli.com lebih memilih fokus pada segmen khusus.

Pertumbuhan jumlah toko online di jagat maya seperti cendawan di musim hujan. Hampir setiap saat bermunculan toko-toko baru dengan aneka jenis dagangan yang berbeda-beda. Kondisi ini tentu “memaksa” pemain toko online yang sudah lama eksis agar terus berbenah sehingga pasarnya tak direbut pemain baru.

Lihat apa yang ditempuh Bhinneka.com. Toko online yang sudah membuka lapaknya di dunia maya sejak 12 tahun lalu itu, akhir Juni lalu mereka menambahkan fitur baru, yaitu Tawar. Lewat fitur ini, calon pembeli yang berkunjung ke situs Bhinneka bisa menawar produk yang dia inginkan. Misalnya, laptop seharga Rp 5 juta bisa ditawar lebih murah lagi.

Hendrik Tio, Presiden Direktur sekaligus pendiri Bhinneka.com menjelaskan, fitur anyar tersebut merupakan salah satu upaya mereka dalam memberikan pengalaman belanja yang menyenangkan kepada para pelanggannya. Meski belanja online, pembeli tetap bisa menawar layaknya berbelanja di Glodok atau Mangga Dua.

Menurut Hendrik, Bhinneka, mengeluarkan fitur ini karena melihat kebiasaan orang Indonesia yang memang suka menawar saat membeli suatu barang. “Kebanyakan mereka suka menawar,” katanya. Ia pun mengklaim fitur ini merupakan yang pertama di dunia situs online.

Fitur Tawar ini memang cukup menarik. Pengunjung dapat memilih tenagacustomer service yang diinginkan untuk melayani aktivitas tawar-menawar. Caranya dengan mengeklik fotonya. Meski bisa memilih pelayan, pada dasarnya yang melayani aktivitas tawar-menawar itu adalah sebuah mesin. Toh, proses tawar-menawarnya tetap berlangsung menarik. Gambar si pelayan yang dapat berubah-ubah dengan aneka pose menawarkan atau meminta harga dinaikkan lagi.

Ketika harga penawaran dianggap terlalu rendah, si pelayan akan terus membujuk. “Ini seperti model pressure, kan ini proses tawar-menawar, otomatis pihak yang ditawar kadang bisa berpura-pura bersikap jual mahal,” kata Hendrik.

Sejatinya, lanjut dia, setiap produk sudah memiliki batas harga terbawah. Tujuannya untuk menghindari orang menawar di bawah harga wajar. Tapi bagi pengunjung yang pandai menawar, tentu tetap berpeluang mendapatkan harga bagus dan sesuai dengan keinginannya.

Pengunjung meningkat

Meski sudah meluncur sejak dua bulan lalu, Hendrik mengaku belum ada dampak yang signifikan terhadap peningkatan jumlah pengunjung maupun transaksi dari fitur ini. Salah satu penyebabnya adalah jumlah produk yang bisa ditawar masih terbatas.

Tapi secara keseluruhan jumlah pengunjung yang masuk ke situs Bhinneka.com saat ini sudah mengalami peningkatan sangat besar dibandingkan dengan tahun lalu. Jika tahun lalu rata-rata Bhinneka.com dikunjungi sekitar 50.000 visitors per hari, sekarang sudah mencapai 120.000 pengunjung per hari.

Berdasarkan data dari Alexa.com yang merupakan situs pemeringkat website, saat ini Bhinneka.com ada di peringkat ke-52 situs di Indonesia yang paling sering dikunjungi.

Menurut Hendrik, posisi itu bisa dicapai karena Bhinneka terus melakukan inovasi dan membuat fitur-fitur yang menarik. Selain fitur Tawar, ada juga fitur Harga Rebutan yang menjadi fitur terfavorit sekarang. Melalui fasilitas ini para pengunjung harus berebut mendapatkan harga termurah saat membeli suatu barang di Bhinneka. Siapa cepat, dia dapat.

Agar tampil menarik, Bhinneka.com juga membatasi etalasenya hanya untuk menampilkan produk yang sedang tren dan berdaya jual cepat. Terutama produk-produk komputer dan gadget, yang perkembangannya berubah cepat dan banyak diburu konsumen.

Tak hanya dari sisi fitur dan produk, Bhinneka juga membuka toko atau gerai offline di sejumlah pusat perbelanjaan dan dipusatkan di Jakarta . Seperti di mal ITC Mangga Dua, ITC Ambassador, Ratu Plaza, Pacific Place, Cibubur Junction, dan Point Square.

Selain sebagai tempat memajang produk, tujuan pendirian gerai offline adalah meyakinkan konsumen bahwa Bhinneka.com bukanlah perusahaan fiktif, alias benar-benar ada. Maklum, masih banyak masyarakat yang belum terlalu nyaman berbelanja secara online.

Bukan situs pembanding harga

Fokus pada inovasi inilah yang turut terbukti mampu membawa Bhinneka.com bertahan sejak didirikan pada 1999. Pada awal berdiri, situs ini hanya dikunjungi oleh 50 orang saban hari. Waktu itu, biasanya pengunjung yang masuk ke Bhinneka.com hanya mengeklik produk elektronik.
Rupanya, banyak calon pembeli di dunia maya maupun yang ingin membeli produk elektronik di gerai offline di berbagai kota , seringkali mengunjungi situs Bhinneka terlebih dulu. Setelah itu baru si pengunjung memutuskan membeli produk yang diinginkan.

Fenomena itu disadari betul oleh Hendrik. Dia tidak ingin Bhinneka.com hanya dijadikan sebagai tempat pembanding harga oleh konsumen.

Berangkat dari situ, ia meracik Bhinneka.com menjadi lebih menarik dengan beragam fitur. Tujuannya agar pengunjung yang semula masuk ke situs itu tidak lagi cuma membandingkan harga, tapi juga tertarik membeli langsung dari Bhinneka.com. “Respons yang kami terima dari user existing cukup bagus, mereka merasa senang bisa mencoba fitur-fitur kreatif kami,” ujar Hendrik.

Menyasar pasar atas

Lain halnya dengan Blibli.com. Perusahaan e-commerce yang baru berdiri sekitar setahun lalu itu punya strategi berbeda dalam meningkatkan pengunjung dan penjualan produk di situsnya. Yakni, memfokuskan pada segmen pasar kelas menengah atas.

Otomatis, Blibli.com juga harus menyesuaikan produk yang disajikan. Salah satunya melalui penyaringan merek. Jadi, hanya barang-barang berkelas dan merek ternama yang dipajang di situs itu.

Misalnya untuk produk pakaian, situs Blibli.com hanya akan menyediakan pakaian bermerek seperti The Executive, Vivere, dan lain-lain. “Kami akan seperti mal di dunia maya dengan produk-produk terbaik,” tutur Ivan W. Hudyana, Head of Marketing BliBli.com.

Tak hanya pada produk bermerek dan ternama, pengelola situs Blibli.com. juga memperhatikan pengemasan produk dagangannya agar memikat orang-orang kaya. Menurut Ivan, sebelum diantar ke konsumen, produk yang dibeli itu akan dikemas sedemikian rupa sehingga tampil lebih elegan dan menarik khas Blibli.com.

Ivan yakin, pengemasan khusus itu bakal menjadi pembeda situsnya dengan situs e-commerce lain. Target lain yang dari kemasan khusus tersebut yakni bertujuan mendongkrak brand Blibli.com tersebut di mata para konsumennya. “Karena kami jalan belum ada setahun, maka langkah awal kami adalah memperkuat brand terlebih dulu,” kata dia.

Dengan strategi pemasaran seperti itu, pengelola Blibli.com yakin bisa memikat para pembeli di dunia maya. Apalagi, saat ini belum ada toko online yang fokus pada segmen tertentu. Tak heran jika Ivan berani pasang target tinggi. Kata dia, dalam tiga tahun ke depan, Blibli.com bisa menjadi situs belanja online terbesar ketiga di Indonesia.


Saat ini, Blibli.com dikunjungi oleh sekitar 10.000 pengunjung per hari. Berdasarkan Alexa.com, Blibli.com kini masih bercokol di urutan ke-186 situs yang paling sering dikunjungi di Indonesia .

Siapa bilang bisnis online tak perlu kerja keras?

ditulis oleh Farrel Dewantara, Andri Indradie, Hendra Gunawan
Link: KONTAN

Riana Bismarak, lepas jabatan Direktur demi Bisnis Online Shop

Wanita ini dulunya adalah Coorperate Director sebuah waterpark terkenal di Indonesia . Dia kemudian rela melepas jabatannya itu untuk membangun bisnis online shop dengan nama unik, BelowCepek.

Riana Bismarak itulah namanya. Riana yang kelahiran 5 Juli 1976 itu berhenti dari pekerjaannya sebagai Coorpertae Director Waterbom Bali dan Jakarta . Dia memilih mengejar passionnya untuk melakukan suatu pekerjaan yang memang disukainya yaitu shopping. "Saya suka makan, kecantikan dan shopping. Kalau makan, malas masaknya. Kalau buat salon, saya nggak bisa make-up, ngeblow sendiri saja nggak bisa, nanti tergantung dengan stylist. Terakhir shopping. Kalau shopping sendiri masih bisa," cerita Riana saat berbincang dengan wolipop Senin (1/10/2012).


Wanita lulusan sekolah perhotelan itu pun kemudian membuat situs online shop belowcepek.com. Awalnya situs tersebut dikelolanya sembari dirinya bekerja di Waterbom. "Saya pikir baru akan resign tahun depan. Tapi kemudian dalam lima bulan kami punya 10 ribu member (di Facebook), ya sudah saya resign," tutur Riana yang memang tidak mau main-main ketika membangun bisnis online shop.


Belowcepek resmi diluncurkan pada 24 November 2011. Situs online shop itu dibuat dengan konsep bagaimana memasarkan produk asli buatan anak negeri ke seluruh Indonesia . Konsep tersebut digagasnya karena melihat sekarang ini rata-rata online shop menjual produk-produk dari China , Korea , Bangkok dan Hong Kong .


Riana kemudian melakukan survei ke sejumlah mal untuk melihat bagaimana produk busana lokal buatan anak negeri. Dari risetnya tersebut, diketahui busana-busana hasil karya desainer muda Indonesia rata-rata harganya cukup mahal mulai dari Rp 350-450 ribu. Sementara tidak semua wanita bisa membeli dengan harga tersebut, padahal mereka ingin tampil fashionable.


"Akhirnya keluar angka Rp 100 ribu. Paling mahal di BelowCepek Rp 99 ribu," jelas wanita yang dulu juga suka berbelanja di online shop internasional itu.


Selain harga yang semuanya di bawah Rp 100 ribu dan produksi Indonesia , keunikan lainnya dari BelowCepek adalah penggunaan model di situs tersebut. Jika kebanyakan online shop memakai model asing untuk membuat produknya tampak lebih menarik, Riana justru menggunakan model wanita Indonesia .


"Saya lihat model asing tinggi 180 cm, berapa banyak wanita Indonesia tingginya segitu. Kalau dipakai model bule bajunya mini, dipakai kita kebesaran," ujarnya. Alasan-alasan itulah yang membuat Riana memilih memakai wanita Indonesia pada umumnya sebagai model. Dia ingin pembeli merasa tidak tertipu usai membeli busana di online shopnya.


Dengan bantuan dari media, belum sampai setahun bisnis Riana berkembang. Penjualan semakin bertambah juga karena pemasangan iklan di Google. Saat ini di Facebook, BelowCepek sudah memiliki 10 ribu anggota. Setiap bulannya, situs tersebut juga mengirimkan lebih dari 300 pieces ke pembeli setiap bulannya.


Yang membuat Riana semakin bangga, tujuannya membuat online shop untuk seluruh wanita Indonesia perlahan mulai tercapai. Saat ini pihaknya sudah melakukan pengiriman produk hingga ke Papua. Selain Jakarta dan Papua, wilayah lainnya yang juga pernah membeli barang di BelowCepek di antaranya Surabaya , Medan , Batam, Balikpapan dan Pare-pare. (eny/rma)

ditulis oleh Eny Kartikawati
Link: Wolipop